
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah bekerja keras mempercepat pembangunan hunian sementara, atau yang biasa disebut huntara, untuk warga yang rumahnya rusak parah di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini dilakukan sejak Senin, 19 Oktober lalu, mengingat banyak keluarga masih membutuhkan tempat tinggal darurat.
Tantangan utama yang dihadapi adalah lokasi geografis Pulau Palue yang ekstrem dan sulit dijangkau. Hambatan akses ini membuat pengiriman bahan bangunan sangat sulit dan terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk mengandalkan distribusi material dari luar sepenuhnya.
Menghadapi keterbatasan ini, BNPB mengambil langkah strategis dengan mengajak masyarakat lokal untuk membangun huntara secara mandiri atau swadaya. Pihak BNPB melakukan sosialisasi intensif di delapan desa untuk mengedukasi warga tentang cara membangun shelter darurat dengan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
Pendekatan ini mencerminkan strategi yang realistis: memanfaatkan potensi lokal dan kebersamaan masyarakat untuk mengatasi keterbatasan logistik. Dengan dukungan panduan dari BNPB, diharapkan warga dapat segera memiliki hunian yang aman sambil menunggu pembangunan hunian permanen di kemudian hari.
Sumber: Antara News




