
Sebuah tangga kecil bisa menjadi penghalang besar bagi pengguna kursi roda. Namun di Stadion Paloma Mizuho di Nagoya, Jepang, seorang ibu dan anaknya dapat berjalan beriringan menuju pintu masuk tanpa hambatan berarti. Jalur yang landai dan desain ramah disabilitas memungkinkan perjalanan yang nyaman—sesuatu yang mungkin mustahil di tempat lain.
Pemandangan tersebut bukan sekadar momen biasa. Stadion ini dipilih sebagai tempat pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, ajang olahraga multi cabang terbesar se-Asia bagi atlet penyandang disabilitas. Pemilihan lokasi ini mencerminkan komitmen penyelenggara terhadap nilai-nilai inklusivitas sejak tahap persiapan.
Aksesibilitas di Paloma Mizuho bukan fitur tambahan, melainkan fondasi desain. Stadion yang akan dibuka kembali pada 2026 ini dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas. Pintu yang cukup lebar, jalur yang terhubung, dan lift yang mudah diakses menjadi bagian integral dari pengalaman pengunjung.
Lokasi stadion yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Stasiun Mizuho Undojo Higashi semakin memperkuat komitmen aksesibilitas tersebut. Setiap detail dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam menikmati pertandingan olahraga, terlepas dari kondisi mobilitas mereka.
Desain stadion yang inklusif menunjukkan bahwa kesetaraan dalam olahraga dimulai dari perencanaan matang. Ketika infrastruktur dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan semua orang sejak awal, rintangan fisik pun dapat diminimalkan—dan kesempatan bagi setiap individu untuk berpartisipasi dan menikmati acara olahraga menjadi lebih terbuka lebar.
Sumber: Antara News




