Gibran Minta Maaf soal Intoleransi, Tegaskan Negara Wajib Jamin Kebebasan Beragama

Gibran Minta Maaf soal Intoleransi, Tegaskan Negara Wajib Jamin Kebebasan Beragama

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat atas kasus-kasus intoleransi yang masih terjadi di berbagai daerah. Permintaan maaf ini disampaikan saat ia membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Jumat (9/10/2026).

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” kata Gibran dalam kesempatan tersebut.

Gibran menegaskan bahwa menjamin kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama dan menjalankan ibadah bukan sekadar janji, melainkan perintah konstitusi. Menurutnya, pemerintah mempunyai tanggung jawab serius untuk memastikan hal itu terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh penanganan yang ia singgung adalah kasus GKPI Rajeg. Gibran menyebut gereja tersebut tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak dengan dukungan pemerintah daerah, sehingga jemaat tetap bisa beribadah seperti biasa.

Ia juga mengingatkan para kepala daerah, Kapolda, hingga Pangdam agar tidak lambat merespons potensi gesekan di masyarakat. “Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” tegasnya.

Gibran mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para rohaniwan, untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan tidak mudah terpancing provokasi maupun berita bohong. Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi kekuatan, bukan celah untuk memecah belah bangsa.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top