
Bukan foto liburan biasa yang membuat pasangan asal Ukraina ini jadi sorotan dunia — melainkan aksi kontroversial menunggangi penyu laut yang sedang bertelur di tepi pantai Oman. Video dan foto tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang kecaman dari warganet internasional.
Pelakunya adalah Vadym Oleynik (32), seorang influencer kebugaran yang mengaku sebagai juara kalistenik — olahraga berbasis kekuatan tubuh — dan pasangannya, Olena Kravchenko, seorang dokter kosmetik. Keduanya sedang berlibur di Ras al Hadd, kawasan pesisir Oman yang dikenal sebagai tempat penyu laut bersarang dan bertelur.
Yang memperparah situasi, saat kejadian berlangsung mereka berada di lokasi bersama relawan lingkungan. Alih-alih sekadar mengamati, keduanya justru mendekati penyu dan bergantian duduk di atas tempurungnya. Dalam satu video, Oleynik bahkan terlihat memegang anak penyu yang baru menetas sambil menunggangi penyu dewasa.
Reaksi publik tidak main-main. Warganet ramai mengecam aksi tersebut, dengan komentar seperti, “Mereka menyiksa hewan yang begitu manis dan tidak berdosa. Mereka harus dihukum!” Proyek konservasi asal Italia, Biologicamente, juga angkat suara dan mempertanyakan bagaimana kejadian itu bisa lolos dari pengawasan relawan di lokasi.
Biologicamente menegaskan bahwa organisasi konservasi yang serius tidak akan pernah membiarkan hal seperti ini terjadi. “Sebuah asosiasi yang dijalankan secara serius dan profesional, serta didampingi oleh komite ilmiah, tidak akan pernah mengizinkan sukarelawannya untuk duduk di atas tempurung penyu demi mengambil foto penyu (selfie),” tulis mereka di Facebook.
Otoritas Lingkungan Oman menyatakan tindakan pasangan itu melanggar aturan perlindungan satwa liar dan telah mengambil langkah hukum. Sejumlah laporan menyebut keduanya sempat ditahan, meski informasi ini belum terkonfirmasi resmi.
Oleynik akhirnya meminta maaf dan mengklaim tidak mengetahui aturan yang berlaku. “Saya tidak melihat aturan yang berlaku. Saya melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada semua orang,” katanya. Ia juga berdalih mendapat informasi yang keliru dari organisasi pendamping mereka.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa wisata alam — seindah apapun lokasinya — tetap membutuhkan tanggung jawab. Interaksi sembarangan dengan satwa liar bukan hanya soal etika, tapi juga bisa berujung pada konsekuensi hukum yang nyata.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Jalur Kereta Cepat Baru Tiongkok Bikin Wisata Makin Mudah dan Spontan

Museum Tekstil Jakarta Tampilkan Batik Jawa Tengah dalam Pameran Spesial Hari Batik Nasional 2026

Promo Buy 1 Get 1 di Trans Studio Bali, Cocok untuk Uji Nyali Bareng Teman di Oktober Ini

