
Fakta Menarik Tentang Teknologi Wearable yang Wajib Kamu Tahu.
Fakta Menarik Tentang Teknologi Wearable yang Wajib Kamu Tahu – Teknologi wearable atau perangkat yang bisa dikenakan di tubuh kini semakin populer. Mulai dari smartwatch, smartband, hingga kacamata pintar—semua hadir untuk membuat hidup lebih mudah, sehat, dan terkoneksi. Tapi tahukah kamu bahwa fakta menarik tentang teknologi wearable jauh lebih menarik daripada sekadar jam tangan canggih? Di bawah ini adalah berbagai fakta unik dan penting seputar teknologi wearable yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya.
Fakta Menarik Tentang Teknologi Wearable yang Wajib Kamu Tahu

1. Sudah Ada Sejak Tahun 1960-an
Meskipun baru populer dalam dekade terakhir, teknologi wearable sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. Salah satu contoh awal adalah “Calculator Watch” (jam tangan kalkulator) dan perangkat rahasia yang digunakan oleh penjudi profesional untuk menghitung peluang di meja roulette.
2. Bukan Hanya Jam Tangan, Tapi Juga Pakaian dan Implan
Wearable tidak terbatas pada jam tangan atau gelang pintar. Kini, ada kaos, sepatu, bahkan bra pintar yang mampu memantau detak jantung dan suhu tubuh. Bahkan, teknologi implan seperti chip RFID di bawah kulit sudah digunakan untuk membuka pintu atau menyimpan data pribadi.
3. Smartwatch Bisa Deteksi Penyakit Dini
Banyak smartwatch modern yang dilengkapi sensor oksigen, EKG (elektrokardiogram), hingga pendeteksi jatuh. Bahkan, ada kasus di mana Apple Watch berhasil memperingatkan penggunanya tentang detak jantung tak normal yang kemudian terbukti menyelamatkan nyawa.
4. Digunakan dalam Dunia Medis dan Rehabilitasi
Perangkat wearable digunakan dalam terapi stroke, pemantauan penderita epilepsi, hingga pengingat konsumsi obat. Data real-time yang dikirimkan ke tenaga medis bisa mempercepat diagnosis dan penanganan.
5. Wearable Fashion Semakin Populer
Kini muncul tren wearable fashion—pakaian atau aksesori yang bukan hanya stylish tapi juga pintar. Misalnya, jaket yang bisa menghangatkan diri secara otomatis atau sepatu yang memberi petunjuk arah lewat getaran.
6. Kacamata Pintar Kembali Bangkit
Setelah Google Glass gagal di pasaran awalnya, teknologi kacamata pintar kini kembali dilirik. Produk seperti Ray-Ban Stories dan kacamata pintar buatan Xiaomi kini menggabungkan kamera, mikrofon, dan koneksi ke smartphone dengan desain yang lebih modern dan kasual.
7. Data Wearable Bisa Dipakai untuk Asuransi
Beberapa perusahaan asuransi kini menggunakan data dari wearable (seperti jumlah langkah harian atau detak jantung rata-rata) untuk menyesuaikan premi atau memberi reward gaya hidup sehat. Ini jadi win-win solution antara perusahaan dan nasabah.
8. Potensi Melacak Aktivitas dan Lokasi Secara Real-Time
Wearable dapat melacak lokasi pengguna, bahkan tanpa disadari. Ini memunculkan kekhawatiran soal privasi data. Karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami dan mengatur izin aplikasi secara tepat agar tidak kebobolan data pribadi.
9. Wearable di Dunia Industri dan Militer
Di sektor industri, wearable digunakan untuk memantau keselamatan pekerja di lingkungan berisiko tinggi. Di militer, teknologi ini dikembangkan untuk memantau kondisi prajurit di medan tempur, termasuk tekanan darah, suhu tubuh, dan keberadaan mereka.
10. Bisa Terhubung dengan Internet of Things (IoT)
Wearable bukan perangkat mandiri—mereka bisa menjadi bagian dari ekosistem Internet of Things. Misalnya, smartband kamu bisa terhubung ke smart home untuk menyalakan lampu otomatis saat kamu masuk rumah, atau mengatur suhu AC berdasarkan suhu tubuhmu.
Kesimpulan
Teknologi wearable bukan sekadar tren sementara. Dari kesehatan, fashion, hingga produktivitas, teknologi ini memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita hidup. Dengan fakta tentang teknologi wearable yang makin berkembang, jelas bahwa perangkat yang bisa dikenakan ini akan semakin penting dalam kehidupan masa depan.
Tapi jangan lupa, di balik segala manfaatnya, selalu perhatikan keamanan data dan privasi pengguna. Pilih wearable dengan sistem enkripsi yang baik dan selalu update software-nya untuk mencegah risiko kebocoran data.