:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366740/original/056605300_1791276088-billyarya1280.jpg)
Perseteruan antara artis Billy Syahputra dan anggota DPD RI asal Bali, Gusti Arya Wedakarna, pecah ke publik setelah keduanya saling merespons lewat video di media sosial pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pemicunya adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dialami Billy dan rekan sesama artis, Ria Ricis, saat berlibur di Bali.
Kisah ini berawal dari sebuah video yang tersebar luas memperlihatkan Billy berdebat dengan penjaga toilet di kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung. Sumber perselisihan itu sepele, yakni biaya masuk toilet sebesar Rp10 ribu. Yang membuat Billy makin geram, rekaman CCTV dari kejadian itu ikut beredar dan memperlihatkan wajah anaknya tanpa sensor.
Hampir bersamaan, Ria Ricis juga bercerita punya pengalaman buruk di Bali. Ia sudah membayar untuk naik helikopter, tapi akhirnya batal terbang karena merasa dilayani dengan sikap tidak ramah oleh petugas di sana.
Arya Wedakarna kemudian angkat bicara lewat video berdurasi hampir lima menit. Ia menasihati para wisatawan, termasuk kalangan artis, agar tidak mudah terpancing emosi saat berada di Bali. Ia juga menyebut sudah menonton rekaman CCTV dan klarifikasi dari pengelola tempat wisata, lalu menyimpulkan tidak ada diskriminasi yang terjadi. Menurutnya, pekerja pariwisata pun manusia biasa yang punya suasana hati berubah-ubah, dan wisatawan sebaiknya memaklumi hal itu.
Billy tidak menerima pernyataan itu begitu saja. Ia langsung membalas lewat video Instagram pada sore harinya, menegaskan bahwa kedatangannya ke Bali murni dengan uang hasil kerja kerasnya sendiri. “Gua pake uang halal datang ke Bali. Bawa uang cash, gua habis-habisin,” ujarnya. Billy bahkan menyebut Arya sebagai ‘oknum pejabat edan’ dan menyinggung dugaan korupsi yang belum terbukti terhadap pejabat tersebut.
Billy menegaskan tujuannya ke Bali semata-mata untuk berlibur, bukan mencari ribut. Insiden yang bermula dari toilet seharga Rp10 ribu ini kini telah berkembang menjadi polemik yang jauh lebih besar, melibatkan nama-nama publik dan memantik perdebatan luas di masyarakat.
Sumber: Liputan6




