
Banyak orang memilih metode defisit kalori — yaitu makan lebih sedikit dari kebutuhan tubuh — sebagai cara menurunkan berat badan. Tapi ada efek yang kerap dikeluhkan: kepala pusing dan badan lemas. Ternyata, kondisi ini ada penjelasan medisnya.
Menurut dokter gizi, rasa pusing saat menjalani defisit kalori bisa muncul karena tubuh tidak mendapat cukup energi untuk menjalankan fungsi normalnya. Ketika asupan kalori terlalu rendah, kadar gula darah bisa turun, dan otak yang butuh glukosa sebagai bahan bakar utama pun ikut terdampak.
Selain itu, defisit kalori yang terlalu ekstrem juga berisiko membuat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium. Ketidakseimbangan elektrolit inilah yang sering jadi biang kerok pusing dan lemas yang dirasakan.
Dokter gizi menegaskan bahwa defisit kalori yang sehat seharusnya tidak membuat seseorang merasa tersiksa. Idealnya, pengurangan kalori dilakukan secara bertahap dan tetap memastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi, bukan sekadar memangkas porsi makan sebesar-besarnya.
Jika kamu sedang menjalani program penurunan berat badan dan sering merasakan pusing, itu bisa jadi sinyal bahwa tubuh perlu penyesuaian pola makan. Berkonsultasi dengan ahli gizi adalah langkah terbaik agar proses diet tetap aman dan efektif.
Sumber: Detik.com
