634 Ribu Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Bakteri Pneumokokus, Ancaman yang Masih Sering Diabaikan

634 Ribu Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Bakteri Pneumokokus, Ancaman yang Masih Sering Diabaikan

Setiap tahun, ratusan ribu nyawa melayang di seluruh dunia akibat infeksi bakteri yang namanya mungkin masih asing di telinga banyak orang: pneumokokus. Data global mencatat angka kematian akibat bakteri ini mencapai 634 ribu jiwa per tahun, dan ironisnya ancaman ini masih kerap luput dari perhatian masyarakat luas.

Bakteri pneumokokus atau nama ilmiahnya Streptococcus pneumoniae adalah kuman yang bisa menyerang berbagai organ tubuh. Infeksi yang ditimbulkannya bisa berkembang menjadi pneumonia (radang paru-paru), meningitis (radang selaput otak), hingga infeksi aliran darah yang berbahaya. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak di bawah lima tahun dan lansia.

Yang membuat situasi ini makin mengkhawatirkan adalah minimnya kesadaran publik soal bahaya nyata dari bakteri ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa infeksi pneumokokus bisa berkembang sangat cepat dan berujung fatal, terutama pada mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Kabar baiknya, pencegahan terhadap infeksi pneumokokus sebenarnya sudah tersedia dalam bentuk vaksin. Vaksin pneumokokus sudah terbukti efektif menurunkan risiko infeksi berat dan kematian, namun cakupan pemberiannya di berbagai negara, termasuk Indonesia, dinilai masih perlu ditingkatkan.

Angka 634 ribu kematian per tahun seharusnya menjadi pengingat keras bahwa penyakit yang bisa dicegah sekalipun tetap bisa menjadi pembunuh senyap jika upaya perlindungan tidak dijalankan secara serius dan merata.

Sumber: Detik.com

Scroll to Top